MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL TM 1
Ny. D umur : 20 tahun G1 P1 A0 Ah0 UK : 7^(+4) minggu.
DI BPM SRI MARTUTI,R.S.ST Kembangsari,Srimartani Piyungan Bantul Yogyakarta
DI SUSUN OLEH :
1. GITA MENTARI (
2. WIDYA DESTIKA TRISTIYANI (
3. ISTIANA (13150068)
4. YUNINDI VANESHA (13150069)
5. RIA ANJAR SARI (13150070)
6. SRI NOVITA PURBA (13150071)
7. ERMA IRKA YANTI WULANDARI (13150085)
8. LINA TADIA (13150086)
B. Rumusan masalah
b) Bagi mahasiswa/penulis
BAB III
1. GITA MENTARI (
2. WIDYA DESTIKA TRISTIYANI (
3. ISTIANA (13150068)
4. YUNINDI VANESHA (13150069)
5. RIA ANJAR SARI (13150070)
6. SRI NOVITA PURBA (13150071)
7. ERMA IRKA YANTI WULANDARI (13150085)
8. LINA TADIA (13150086)
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM
STUDI D-III/ D-IV KEBIDANAN
UNIVERSITAS
RESPATI YOGYAKARTA
2013-2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME atas
berkah rahmat dan taufiknya sehingga kami dapat menyusun makalah ” ASUHAN
KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL TM I“ ini
dapat terselesaikan tepat pada waktu yang telah di tentukan.
Kami
sangat berterimakasih kepada Dosen Pengampuh mata kuliah ASUHAN KEBIDANAN,
yaitu Ibu VIKHA yang telah mempercayakan
kami untuk menyusun makalah ini, kami berterimakasih pula kepada teman-teman
kelompok yang bersedia meluangkan waktu dan memberikan ide-ide demi
terselesaikannya makalah ini, dan tidak lupa kami berterimakasih kepada
orangtua, yang selalu memberikan dukungan dan doa, di dalam setiap aktivitas
sehari-hari termasuk dalam menjalankan pendidikan.
Kami
sangat ingin, makalah ini tersusun dengan baik bahkan sempurna, tetapi kami
sangat tau bahwa tidak ada sesuatu di dunia ini yang sempurna. Oleh sebab itu,
kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman, agar makalah ini
dapat jauh lebih baik nantinya.
Dan
akhirnya, kami berharap semoga makalah ini berguna bagi semua pembacanya.
Yogyakarta, 13 MEI 2014
PENYUSUN
DAFTAR ISI
Kata
pengantar............................................................................................................i
Daftar isi......................................................................................................................ii
BAB I Pendahuluan
A.
Latar
Belakang.................................................................................................. .1
B.
Rumusan
Masalah............................................................................................. .2
C.
Tujuan................................................................................................................. 2
D.
Manfaat ............................................................................................................ .2
BAB
II tinjauan teori
A.
PengertianANC.............................................................................................. .3
B.
Tujuan ANC................................................................................................... .3
C.
Jadwal Kunjungan ANC................................................................................. .5
D.
Kriteria keteraturan ANC............................................................................... .5
E.
Pelayanan ANC.............................................................................................. .6
F.
Dampak ibu hamil tidak
ANC........................................................................ .
G.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kontak ibu hamil dengan
tenaga kesehatan
............................................................................................ .11
BAB
III Contoh Kasus
BAB
IV Penutup
A.
Kesimpulan.....................................................................................................24
B.
Saran
.............................................................................................................. .24
Daftar
Fustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Antenatal Care (ANC) adalah suatu program yang terencana
berupa observasi, edukasi dan penanganan mnedik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. Tujuan antenatal yaitu untuk menjaga agar ibu sehat selama masa kehamilan. Persalinan dan nifas serta mengusahakan bayi yang dilahirkan sehat memantau kemungkinan adanya resiko-resiko kehamilan dan merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap kehamilan resiko tinggi serta menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan prinatal. Bidan telah diakui sebagai tenaga professional yang bertanggung jawab yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memeberikan dukungan asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas. Memimpin persalinan atas taggung
jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya
pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak dan
askes bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan
kegawatdaruratan.
Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan
pendidikan kesehatan tidak hanya kepada perempuan tetapi juga terhadap keluarga
dan masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan
menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan
seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.
Bidan
mempunyai perilaku-perilaku profesional antara
lain :
1. Berpegang
teguh pada pilosofi, etika profesi dan aspek legal.
2. Bertanggung
jawab dan mempertanggung jawabkan keputusan klinis yang dibuatnya.
3. Senantiasa
mengikuti perkembangan pengetahuan dan ketrampilan mutakhir.
Menggunakan
cara pencegahan universal untuk penyakit penularan dan strategis dan
pengendalian
infeksi.
4. Melakukan konsultasi dan rujukan yang tepat
dalam memberikan asuhan kebidanan
5. Menghargai
budaya setempat sehubungan dengan praktik kesehatan, kehamilan, kelahiran,
periode pasca persalinan, bayi baru lahir dan anak.
6. Menggunakan
model kemitraan dalam bekerja sama dengan kaum wanita/ibu agar
mereka dapat menentukan pilihan yang telah diinformasikan tentang semua
aspek asuhan,
meminta persetujuan secara tertulis supaya mereka bertanggung jawab
atas kesehatannya
sendiri.
7. Menggunakan
keterampilan mendengar dan memfasilitasi.
Bekerjasama
dengan petugas kesehatan lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan
kepada ibu dan keluarga.
8. Advokasi terhadap pilihan ibu dalam tatanan pelayanan.
Makalah ini akan
membahas masalah tentang standar praktek bidan yang terdiri dari:
·
Apa yang di maksud ANC?
·
Apa saja tujuan dari ANC?
·
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi
kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan?
·
Bagaimana dan apa saja dampak pada ibu
hamil yang tidak ANC?
·
Bagaimana contoh kasus asuhan kebidanan
pada ibu normal trimester1?
C. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui pengertian dari ANC .
b. Untuk mengetahui tujuan dari ANC .
c. Untuk mengetahui jadwal kunjungan ANC .
d. Untuk mengetahui kriteria keteraturan ANC .
e. Untuk mengetahui pelayanan ANC .
f. Untuk mengetahui dampak pada ibu hamil yang tidak ANC .
g. Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi kontak ibu hamil dengan tenaga
kesehatan .
D. Manfaat
a) Bagi petugas kesehatan
Bagi petugas
kesehatan menjadi bahan masukan untuk meningkatkan pelayanan bagi ibu hamil di
trimester I.
Bagi penulis, praktek lapang ini merupakan
pengalaman berharga untuk mempraktekkan apa yang
sudah dipelajari secara teori
dan juga menambah wawasan dan mengembangkan diri dalam
memberikan asuhan
kebidanan kepada ibu hamil trimester.
BAB II
TINJAUAN TEORI
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian ANC
Kunjungan ibu hamil dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan ANC
sesuai standar yang ditetapkan. Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung
arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan, tetapi adalah
setiap kontak tenaga kesehatan baik diposyandu, pondok bersalin desa, kunjungan
rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan ANC sesuai dengan standar
dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil (Depkes RI, 2008).
B. Tujuan ANC
a.
Tujuan umum
o
Memantau
kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
o
Meningkatkan
dan mempertahankan kesehatan fisik, maternal dan sosial ibu dan bayi.
o
Mengenal
secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk
riwayat penyakti secara umum, kebidanan dan pembedahan.
o
Mempersiapkan
persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan
trauma seminimal mungkin.
o
Mempesiapkan
ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI Eksklusif.
o
Mempersiapkan
peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang
secara normal.
o
Menurunkan
angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.
Ø Menurut Depkes RI (1994) tujuan ANC adalah :
Untuk menjaga agar ibu hamil
dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat,
serta menghasilkan bayi yang sehat.
Ø Menurut Rustam Muchtar (1998) tujuan ANC adalah :
Tujuan umum adalah menyiapkan
seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan,
persalinan, dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.
Ø Menurut Hanifa Wiknjosastro (1999) tujuan ANC
adalah :
Menyiapkan wanita hamil
sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam
kehamilan, persalinan, dan masa nifas, sehingga keadaan mereka pada post partum
sehat dan normal, tidak hanya fisik tetapi juga mental.
b.
Tujuan
khusus
o
Mengenali
dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam
kehamilan,persalinan,dan nifas.
o
Mengenali
dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini mungkin.
o
Menurunkan
angka morbilitas ibu dan anak.
o
Memberikan
nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana,
kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi.
Ø Menurut Manuaba (1998) secara khusus pengawasan
antenatal bertujuan untuk:
§ Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat
kehamilan, persalinan, dan nifas.
§ Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil, persalinan, kala
nifas.
§ Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan,
persalinan, kala nifas, laktasi, dan aspek keluarga berencana.
§ Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal
C. Jadwal Kunjungan ANC
Menurut Abdul Bari Saifudin, kunjungan antenatal untuk pemantauan dan
pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam
waktu sebagai berikut : sampai dengan kehamilan trimester pertama (<14
minggu) satu kali kunjungan, dan kehamilan trimester kedua (14-28 minggu) satu
kali kunjungan,dan kehamilan trimester ketiga (28-36 minggu dan sesudah minggu
ke-36) dua kali kunjungan.
Walaupun
demikian, disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya dengan
jadwal sebagai berikut : sampai dengan kehamilan 28 minggu periksa empat minggu
sekali, kehamilan 28-36 minggu perlu pemeriksaan dua minggu sekali, kehamilan
36-40 minggu satu minggu sekali (Salmah, 2006).
Sebaiknya tiap wanita hamil segera memeriksakan diri ketika haidnya
terlambat sekurang-kurangnya satu bulan. Pemeriksaan dilakukan tiap 4 minggu
sampai kehamilan. sesudah itu, pemeriksaan dilakukan tiap 2 minggu, dan sesudah
36 minggu (Sarwono, 1999).
D. Kriteria Keteraturan ANC
Pemeriksaan kehamilan di lakukan berulang-ulang dengan ketentuan sebagai
berikut :
Pemeriksaan
pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu
bulan.
§ Periksa ulang 1 x sebelum sampai kehamilan 7 bulan.
§ Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan.
§ Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan
§ Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan.
Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa, ibu hamil secara
ideal melaksanakan perawatan kehamilan maksimal 13 sampai 15 kali. Dan minimal
4 kali, yaitu l kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada
trimister III. Namun jika terdapat kelainan dalam kehamilannya, maka frekuensi
pemeriksaan di sesuaikan menurut kebutuhan masing- masing. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa dikatakan teratur jika ibu hamil melakukan pemeriksaan
kehamilan ≥4 kali kunjungan, kurang teratur : pemeriksaan kehamilan 2-3 kali
kunjungan dan tidak teratur jika ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan kehamilan
< 2 kali kunjungan (WHO, 2006).
E. Pelayanan ANC
Pelayanan
antenatal dalam penerapan operasionalnya dikenal
dengan standar minimal “7T” yang
terdiri dari:
1. Timbang
badan dan tinggi badan dengan alat ukur yang terstandar.
-
Penimbangan dilakukan setiap kali ibu hamil
memeriksakan diri, karena hubungannnya erat dengan pertambahan berat badan
lahir bayi. Berat badan ibu hamil yang sehat akan bertambah antara 10-12 Kg
sejak sebelum hamil (Nadesul, 2006).
-
Tinggi badan hanya diukur pada kunjungan pertama. Ibu
dengan
tinggi <145cm perlu diperhatikan kemungkinan panggul sempit
sehingga
menyulitkan pada saat persalinan (Depkes RI, 1998).
2. Mengukur
tekanan darah dengan prosedur yang benar.
Pengukuran
tekanan darah harus dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk melakukan
deteksi dini terhadap terjadinya tiga gejala preeklamsi. Tekanan darah tinggi,
protein urin positif, pandangan kabur atau oedema pada ekstremitas. Apabila
tekanan darah mengalami kenaikan 15 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan jarak
1 jam atau tekanan darah > 140/90 mmHg , maka ibu hamil mengalami
preeklamsi. Apabila preeklamsi tidak dapat diatasi maka akan menjadi eklamsi (Mufdlillah,
2009).
3. Mengukur
Tinggi fundus uteri dengan prosedur yang benar.
Pengukuran
tinggi fundus uteri dilakukan secara rutin untuk mendeteksi secara dini
terhadap berat badan janin. Indikator pertumbuhan janin intrauterin, tinggi
fundus uteri juga dapat digunakan untuk mendeteksi terhadap terjadinya
molahidatidosa, janin ganda atau hidramnion (Nadesul, 2006).
4. Pemberian
imunisasi tetanus toksoid (TT) lengkap (sesuai jadwal).
Pemberian imunisasi TT untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus.
Jadwal pemberian imunisasi TT
Antigen Interval (selang waktu minimal)
Lama
perlindungan :
A. TT1 Pada
kunjungan antenatal pertama - -
B. TT2 4 minggu
setelah TT1 3 tahun
C. TT3 6 bulan
setelah TT2 5 tahun
D. TT4 1 tahun
setelah TT3 10 tahun
E. TT5 1 tahun
setelah TT4 25 tahun/seumur hidup
Keterangan: artinya apabila dalam waktu 3 tahun WUS
tersebut melahirkan, maka bayi
yang
dilahirkan akan terlindung dari TN (Tetanus Neonatorum) sumber: (Prawirohardjo,
2006).
5. Pemberian
Tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan.
Pemberian tablet tambah darah
dimulai setelah rasa mual hilang satu tablet setiap hari, minimal 90 tablet.
Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 mg.
Tablet besi sebaiknya tidak minum bersama kopi, teh karena dapat mengganggu
penyerapan
(Prawirohardjo, 2006).
6. Tes
laboratorium (rutin dan khusus).
Pemeriksaan laboratorium rutin
mencakup pemeriksaan hemoglobin, protein urine, gula darah, dan hepatitis B.
Pemeriksaan khusus dilakukan didaerah prevalensi tinggi dan atau kelompok
perilaku terhadap HIV, sifilis, malaria, tubercolusis, cacingan dan thalasemia.
(Meilani,
et al., 2009).
7. Temu
wicara (konseling).
Memberikan penyuluhan sesuai dengan
kebutuhan seperti perawatan diri selama hamil, perawatan payudara, gizi ibu
hamil, tanda-tanda bahaya kehamilan dan janin sehingga ibu dan keluarga dapat
segera mengambil keputusan dalam perawatan selanjutnya dan mendengarkan keluhan
yang disampaikan (Meilani, et al., 2009).
Setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap
saat. Itu sebabnya mengapa ibu hamil memerlukan pemantauan selama kehamilannya (Saifudin,2006).
Bidan harus dapat mengenali perubahan yang mungkin terjadi, sehingga
kelainan yang ada dapat dikenali lebih dini. Ibu diberi tahu tentang
kehamilannya, perencanaan tempat bersalin, juga perawatan bayi dan menyusui
(Mansjoer, 2005).
Penatalaksanaan
ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen (Saifudin,2006) sebagai
berikut:
1. Informasi yang dapat diberikan
o
Kegiatan
fisik dapat dilakukan dalam batas normal.
o
Kebersihan
pribadi khususnya daerah genitalia harus lebih dijaga karena selama kehamilan terjadi
peningkatan sekret vagina.
o
Pemilihan
makanan sebaiknya yang bergizi dan tinggi serat.
o
Pemakian
obat harus dikonsultasikan dahulu dengan dokter atau tenaga medis lainnya.
o
Wanita
perokok atau peminum alkohol harus menghentikan kebiasaannya. Suami perlu
diberi pengertian tentang keadaan istrinya yang sedang hamil.
2. Anamnesis
Pada wanita dengan haid terlambat dan diduga hamil. Ditanyakan hari pertama
haid terakhir (HPHT). Taksiran partus dapat ditentukan bila HPHT diketahui dan
siklus haidnya teratur + 28 hari dengan menggunakan rumus Naegele.
Bila ibu lupa HPHT, tanyakan tentang hal lain seperti gerakan janin. Untuk
primigravida gerakan janin terasa pada kehamilan 18 minggu, sedangkan
multigravida 16 minggu. Nausea biasanya hilang pada kehamilannya 12-14 mingggu.
Tanyakan riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas sebelumnya serta berat
bayi yang pernah dilahirkan. Demikian pula riwayat penyakit yang pernah
diderita seperti penyakit jantung, paru, ginjal, diabetes melitus. Selain itu
ditanyakan riwayat menstruasi, kesehatan, keluarga, sosial, obstetri,
kontrasepsi, dan faktor risiko yang mungkin ada pada ibu.
3. Pemeriksaan umum
Pada ibu hamil yang datang pertama kali lakukan penilaian keadaan umum, status
gizi dan tanda vital. Pada mata dinilai ada tidaknya konjungtiva pucat, sklera
ikterik, edema kelopak mata, dan kloasma gravidarum. Periksa gigi untuk melihat
adanya infeksi lokal. Periksa pula jantung, paru, mammae, abdomen, anggota
gerak secara lengkap.
4. Pemeriksaan Obstetri
Terdiri dari pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. Sebelum pemeriksaan
kosongkan kandung kemih. Kemudian ibu diminta berbaring terlentang dan
pemeriksaan dilakukan di sisi kanan ibu.
5. Pemeriksaan luar
Lihat apakah uterus berkontraksi atau tidak. Bila berkontraksi, harus
ditunggu sampai dinding perut lemas agar dapat diperiksa dengan teliti. Agar
tidak terjadi kontraksi dinding perut akibat perbedaan suhu dengan tangan
pemeriksa, sebelum palpasi kedua tangan pemeriksa digosokkan dahulu.
Cara pemeriksaan yang umum digunakan cara Leopold yang dibagi dalam 4
tahap. Pada pemeriksaan Leopold I, II, dan III pemeriksa menghadap ke arah muka
ibu, sedangkan pada Leopold IV ke arah kaki. Pemeriksaan Leopold I untuk menentukan
tinggi fundus uteri, sehingga usia kehamilan dapat diketahui. Selain secara
anatomi, tinggi fundus uteri dapat ditentukan dengan pita pengukur. Bandingkan
usia kehamilan yang didapat dengan hari pertama haid terakhir. Selain itu,
tentukan pula bagian janin pada fundus uteri: Kepala teraba sebagai benda keras
dan bulat, sedangkan bokong lunak dan tidak bulat.
Dengan pemeriksaan Leopold II ditentukan batas samping uterus dan posisi
punggung pada bayi letak memanjang. Pada letak lintang ditentukan kepala.
Pemeriksaan Leopold III menentukan bagian janin yang berada di bawah.
Leopold IV
selain menentukan bagian janin yang berada di bawah, juga bagian kepala yang
telah masuk pintu atas panggul (PAP). Bila kepala belum masuk PAP teraba
balotemen kepala.
Dengarkan DJJ pada daerah punggung janin dengan stetoskop monoaural atau
doppler. Dengan stetoskop monoaural BJJ terdengar pada kehamilan 18-20 minggu,
sedangkan dengan Doppler terdengar pada kehamilan 12 minggu.
Dari
pemeriksaan luar diperoleh data berupa usia kehamilan, letak janin, persentase
janin, kondisi janin, serta taksiran berat janin.
Taksiran
berat janin ditentukan berdasarkan rumus Johnson Toshack. Perhitungan penting
sebagai pertimbangan memutuskan rencana persalinan pervaginam secara spontan. Rumus
tersebut:
Taksiran
Berat Janin (TBJ) = (Tinggi fundus uteri (dalam cm) – N) X 155.
N = 13 bila
kepala belum melewati PAP
N = 12 bila
kepala masih berada di atas spina iskiadika
N = 11 bila
kepala masih berada di bawah spina iskiadika.
6. Pemeriksaan dalam
Siapkan ibu dalam posisi-litotomi lalu bersihkan daerah vulva dan perineum
dengan larutan antiseptik. Inspeksi vulva dan vagina apakah terdapat luka,
varises, radang, atau tumor. Selanjutnya lakukan pemeriksaan inspekulo. Lihat
ukuran dan warna porsio, dinding, dan sekret vagina. Lakukan pemeriksaan colok
vagina dengan memasukan telunjuk dan jari tengah. Raba adanya tumor atau
pembesaran kelenjar di liang vagina. Periksa adanya massa di adneksa dan
parametrium. Perhatikan letak, bentuk, dan ukuran uterus serta periksa
konsistensi, arah, panjang, porsio, dan pembukaan servik. Pemeriksaan dalam ini
harus dilakukan dengan cara palpasi bimanual.
Ukuran uterus wanita yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam. Pada
kehamilan 8 minggu sebesar telur bebek, 12 minggu sebesar telur angsa, dan 16
minggu sebesar kepala bayi atau tinju orang dewasa.
7. Pemeriksaan panggul
Lakukan penilaian akomodasi panggul bila usia kehamilan 36 minggu karena
jaringan dalam rongga panggul lebih lunak, sehingga tidak menimbulkan rasa
sakit. Masukkan telunjuk dan jari tengah ke dalam liang vagina. Arahkan ujung
kedua jari ke promontorium, coba untuk merabanya. Bila teraba, tentukan panjang
konjugata diagonalis. Dengan ujung jari menelusuri linea inominata kiri dan
kanan sejauh mungkin, tentukan bagian yang teraba. Raba lengkung sakrum dan
tentukan apakah spina iskiadika kiri dan kanan menonjol ke dalam. Raba dinding
pelvik, apakah luruh atau konvergen ke bawah dan tentukan panjang distansia
interspinarum. Arahkan bagian palmar jari-jari tangan ke dalam simfisis dan
tentukan besar sudut yang dibentuk antara os pubis kiri dan kanan.
8. Pemeriksaan laboratorium
Pada kunjungan pertama diperiksa kadar hemoglobin darah, hematokrit, dan
hitung leukosit. Dari urin diperiksa beta-hCG, protein, dan glukosa.
F. Dampak Ibu Hamil Tidak ANC
· Meningkatnya
angka mortalitas dan morbilitas ibu
· Tidak
terdeteksinya kelainan-kelainan kehamilan
· Kelainan
fisik yang terjadi pada saat persalinan tidak dapat dideteksi secara dini.
G. Faktot-Faktor
Yang Mempengaruhi Kontak Ibu Hamil Dengan Tenaga Kesehatan yaitu:
1. Faktor internal
a. Paritas
Ibu yang pernah melahirkan mempunyai pengalaman tentang ANC, sehingga dari pengalaman
yang terdahulu kembali dilakukan untuk menjaga kesehatan kehamilannya.
b. Usia
Semakin cukup umur, tingkat kematangan seseorang akan lebih di percaya
daripada orang yang belum cukup tinggi kedewasaanya, jika kematangan usia
seseorang cukup tinggi maka pola berfikir seseorang akan lebih dewasa. Ibu yang
mempunyai usia produktif akan lebih berpikir secara rasional dan matang tentang
pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan.
2. Faktor eksternal
a. Pengetahuan
Ketidakmengertian ibu dan keluarga terhadap pentingnya pemeriksaan
kehamilan berdampak pada ibu hamil tidak memeriksakan kehamilannya pada petugas
kesehatan.
b. Sikap
Respon ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi keteraturatan ANC. Adanya sikap lebih baik tentang ANC ini
mencerminkan kepedulian ibu hamil terhadap kesehatan dirinya dan janin.
c. Ekonomi
Tingkat ekonomi akan berpengaruh terhadap kesehatan, keluarga dengan
tingkat ekonomi yang rendah tidak mampu untuk menyediakan dana bagi pemeriksaan
kehamilan, masalah yang timbul pada keluarga dengan tingkat ekonomi rendah,
yaitu ibu hamil akan kekurangan energi dan protein (KEK). Hal ini disebabkan
tidak mampunya keluarga untuk menyediakan kebutuhan energi dan protein yang
dibutuhkan ibu selama kehamilan.
d. Sosial budaya
Keadaan lingkungan keluarga yang tidak mendukung akan mempengaruhi ibu
dalam memeriksakan kehamilannya. Perilaku keluarga yang tidak mengijinkan
seorang wanita meninggalkan rumah untuk memeriksakan kehamilannya merupakan
budaya yang menghambat keteraturan kunjungan ibu hamil memeriksakan
kehamilannya. Perubahan sosial budaya terdiri dari nilai-nilai kebudayaan,
norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu
daerah. Apabila adat ini tidak dilaksanakan akan terjadi kerancuan yang
menimbulkan sanksi tak tertulis oleh masyarakat setempat terhadap pelaku yang
dianggap menyimpang.Tatanan
budaya mempengaruhi dalam keputusan ibu dalam memeriksakan kehamilan pada
tenaga kesehatan.
e. Geografis
Letak geografis sangat menentukan terhadap pelayanan kesehatan, ditempat
yang terpencil ibu hamil sulit memeriksakan kehamilannya, hal ini karena
transportasi yang sulit menjangkau sampai tempat terpencil.
f. Informasi
Informasi adalah keseluruhan makna, dapat diartikan sebagai pemberitahuan
seseorang, biasanya dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pendekatan ini biasanya
digunakan untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi yang
berpengaruh terhadap perilaku, biasanya melalui media massa (Saifudin, A,
2005). Ibu yang pernah mendapatkan informasi tentang antenatal care dari tenaga
kesehatan, media massa, maupun media elektronik akan meningkatkan pengetahuan
ibu hamil tentang pentingnya melakukan antenatal care, sehingga ibu dapat
teratur dalam melakukan kunjungan antenatal care.
g. Dukungan
Dalam kamus besar bahasa Indonesia yang berarti sokongan dan bantuan,
disini dukungan dalam penentuan sikap seseorang berarti bantuan atau sokongan dari
orang terdekat untuk melakukan kunjungan ulang.
Dukungan sosial suami yang sangat diharapkan oleh sang istri antara lain
suami mendambakan bayi dalam kandungan istri, suami menunjukkan kebahagiaan
pada kelahiran bayi, memperhatikan kesehatan istri, mengantar dan memahami
istrinya, tidak menyakiti istri, berdo’a untuk keselamatan istri dan suami
menunggu ketika istri dalam proses persalinan (Harymawan, 2007).
CONTOH KASUS
Asuhan kebidanan pada ibu Hamil TM1
Ny. D umur : 20 tahun G1 Po Ao Aho UK
minggu
Di BPM SRI MARTUTI, R.SST Kembangsari,Srimartani
Piyungan Bantul yogyakarta
No. Register :
………………………....................................
Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul : SRI MARTUTI,R.SST/24-mei-2014/07.20 wib
Dirawat di ruang :
...-....................................................................
I.
PENGKAJIAN DATA,
Tanggal/Pukul : 24-mei-2014/07.20 wib
Oleh : Bidan
A.
Biodata Ibu Suami
1.
Nama : Ny. D Tn. R
2.
Umur : 20 tahun 21 tahun
3.
Agama : islam islam
4.
Suku/bangsa : jawa/indonesia
jawa/indonesia
5.
Pendidikan : Mahasiswa SMK
6.
Pekerjaan : ibu rumah tangga &mahasiswa
karyawan swasta
7.
Alamat : kulonprogo kulonprogo
B.
Data Subjektif
1.
Alasan
datang/dirawat
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
2.
Keluhan utama
Ibu
mengatakan, ibu mengalami mual-muntah 3-4 kali dalam 1 hari
3.
Riwayat
menstruasi
Menarche : 13 tahun Siklus :
28 hari
Lama : 7 hari Teratur :
teratur
Sifat
darah : encer Keluhan :
tidak ada
4.
Riwayat
perkawinan
Status
perkawinan : sah Menikah ke : 1
Lama : 6 bulan Usia
menikah pertama kali : 20 tahun
5.
Riwayat
obstetrik :
G1 Po Ao Aho
|
Hamil ke
|
Persalinan
|
Nifas
|
|||||||
|
Tanggal
|
Umur kehamilan
|
Jenis persalinan
|
Penolong
|
Komplikasi
|
JK
|
BB lahir
|
Laktasi
|
Komplikasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6.
Riwayat
Kehamilan Sekarang
a. HPM : 1 april
2014
b. ANC pertama umur
kehamilan : 7+4 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester
I
Frekuensi : 1 kali
Keluhan : Mual-
muntah 3-4 kali dalam 1 hari
Komplikasi: Tidak ada
Terapi : Tablet Fe dan multi vitamin B6
Trimester II
Frekuensi : ..........kali
Keluhan :........................................................................................
Komplikasi:...................................................................................................
Terapi :.................................................................................................................
Trimester
III
Frekuensi :
..........kali
Keluhan :.................................................................................................................
Komplikasi:...............................................................................................................
Terapi :.................................................................................................................
d. Imunisasi TT : ............kali
TT
1 : tanggal waktu SD
TT
2 : tanggal waktu SD
TT
3 : tanggal november 2013 TT caten
TT
4 : tanggal 24 mei 2014
TT
5 : tanggal...............................
e. Pergerakan janin
selama 24 jam(dalam sehari)
ibu mengatakan belum
merasakan gerakan janin
7.
Riwayat kesehatan
a.
Penyakit yang
pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah/sedang menderita
penyakit menular (HIV,TBC,Hepatitis)
menurun (DM.HT) menahun (
jantung, asma ).
b.
Penyakit yang
pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan
dari keluarga ibu dan keluarga suami tidak pernah/ sedang menderita menular
(HIV,TBC,Hepatitis) menurun ( DM,HT) menahun (jantung,asma).
c.
Riwayat
keturunan kembar
Ibu mengatakan dari keluarga ibu tidak memiliki
riwayat keturunan kembar tetapi dari keluarga suami memiliki riwayat keturunan
kembar.
d.
Riwayat operasi
Ibu mengatakan
tidak memiliki riwayat operasi
e.
Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan
tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat (antibiotik)
8.
Pola
pemenuhan kebutuhan
Sebelum
hamil Saat
hamil
a. Nutrisi
Makan
Frekuensi : 3
x/hari 2 x/hari
Jenis :
Nasi, sayur, lauk Nasi, tempe, kerupuk
Porsi : 1 piring 1
setengah centong nasi
Pantangan : udang udang
Keluhan :
Tidak ada tidak
ada
Minum
Frekuensi :
7-8 x/hari 4-5 x/hari
Jenis :
air putih, air
putih, teh
Porsi :
1 gelas setengah
gelas
Pantangan : tidak
ada tidak
ada
Keluhan :
tidak ada mual
saat minum air putih
b. Eliminasi
BAB
Frekuensi : 2
x/hari 1 x/2hari
Warna :
kuning,kecoklatan kuning,kecoklatan
Konsistensi :
lunak lunak
Keluhan :
tidak ada tidak
ada
BAK
Frekuensi : 3
x/hari 4-5 x/hari
Warna : kuning jernih kuning
kecoklatan
Keluhan :
tidak ada tidak
ada
c. Istirahat
Tidur siang
Lama : 1 jam 3
jam
Keluhan : tidak ada tidak
ada
Tidur
malam
Lama : 6 jam 6
jam
Keluhan : tidak ada tidak
ada
d.
Personal
Hygiene
Mandi : 2 x/hari 2 x/hari
Ganti pakaian : 2 x/hari 2 x/hari
Gosok gigi : 2 x/hari 2 x/hari
Keramas : 2
x/minggu 2
x/minggu
e.
Pola
seksualitas
Frekuensi : 1 x/3bulan -
x/minggu
Keluhan : tidak
ada tidak
ada
f.
Pola
aktivitas (terkait kegiatan fisik, olah raga)
Ibu mengatakan aktivitas ibu sehari hari sebagai ibu
rumah tangga dan sebagai mahasiswa .
9.
Kebiasaan yang
mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu
mengatakan tidak memliki kebiasaan yang mengganggu kesehatan seperti (
merokok,minum jamu, minuman beralkohol).
10.
Data psikososial,
spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kehamilan,
dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi,
kegiatan ibadah, kegiatan sosial, keadaan ekonomi keluarga
-
Ibu mengatakan
suami dan keluarga sangat senang dengan kehamilan ibu.
-
Ibu mengatakan
suami dan keluarga sangat mendukung dengan kehamilan ibu
-
Ibu mengatakan
hubungan suami,keluarga dan tetangga sangat baik.
-
Ibu mengatakan
ingin merawat bayinya sendiri bersama suami.
-
Ibu mengatakan
semenjak hamil ibu lebih taat dalam beribadah.
-
Ibu mengatakan
mengikuti organisasi di kampus
-
Ibu mengatakan keadaan ekonomi keluarga ibu saat ini
mencukupi dalam kebutuhan
sehari-hari
-
11.
Pengetahuan
ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas)
Ibu
mengatakan sudah mengetahui tentang kehamilan,persalinan dan nifas
12.
Lingkungan
yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan di sekitar rumah bersih dan tidak memiliki hewan
peliharaan.
C.
Data Objektif
1.
Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : compos mentis (baik)
Status emosional : stabil
Tanda vital :
Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 80 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit Suhu :36,6 x/menit
BB : 49 kg TB : 157 cm
2.
Pemeriksaan
Fisik
Kepala : simetris, tidak benjolan,kulit
kepala halus, rambut bersih, tidak berbau, dan tidak ada nyeri di kepala
Wajah : oval,kulit sawo
matang, tidak ada oedeme di wajah, tidak ada cloasma gravidarum dan bekas luka.
Mata : simetris, konjungtiva merah
muda, sklera putih/ tidak ikterik.
Hidung : bentuk hidung sedang,lubang hidung
bersih,tidak ada perdarahan, gerakan cuping hidung normal, tidak ada polip.
Mulut : keadaan bibir kering,
pecah-pecah, tidak ada perdarahan di gigi dan gusi, tidak ada pembekakan pada
tonsil.
Telinga : simetris, tidak ada serumen, bersih,
tidak ada pembekakan pada gendang telinga.
Leher : tidak ada bekas
luka,tidak ada pembesaran atau pembekakan kelenjar tiroid,limfe,parotis dan
vena jugularis.
Dada : tidak ada rekraksi dinding dada,
tidak ada suara ronchi dan weezhing
Payudara : simetris, tidak ada benjolan, puting
susu menonjol, adanya hiperpeigmentasi pada payudara.
Abdomen : tidak ada strea gravidarum, linea
gravidarum, tidak ada bekas luka operasi, dan TFU belum teraba.
Palpasi
Leopold I : tidak
dilakukan.
Leopold II : tidak
dilakukan.
Leopold III : tidak
dilakukan.
Leopold IV : tidak
dilakukan.
Osborn test : tidak
dilakukan.
Pemeriksaan Mc. Donald
TFU :
- cm
TBJ : -
Auskultasi
Djj : - x/menit
Ekstremitas
Atas :
simetris, jari-jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak pucat, tidak ada oedeme.
Ekstremitas Bawah : simetris, jari-jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak
pucat, tidak ada oedeme.
Genetalia
luar : tidak dilakukan.
Pemeriksaan panggul: tidak di lakukan.
(bila perlu)
3.
Pemeriksaan
penunjang Tgl : ....................... Pukul : .........WIB
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
4.
Data penunjang
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
II.
INTERPRETASI
DATA
A.
Diagnosa
kebidanan
Ny.D, umur 20 tahun G1 Po Ao Aho UK
minggu dengan hamil normal.
Data Dasar:
DS
: ibu mengatakan berumur 20 tahun.
Ibu mengatakan ini kehamilan pertama
Ibu mengatakan tidka pernah abortus
Ibu mengatakan HPHT : 1 april 2014
DO :
KU: baik
Kesadaran : compos mentis (baik)
TTV : TD :
110/80 mmhg N : 80
x/menit
R : 20
x/menit S :
36,6
BB :
49 kg TB
: 157 cm
Lila : 23,5 cm TFU
: belum teraba
.........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................................................................................................................................
B.
Masalah
Tidak ada
Data Dasar:
Tidak ada
III.
IDENTIFIKASI
DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV.
TINDAKAN SEGERA
A.
Mandiri
Tidak ada
B.
Kolaborasi
Tidak ada
C.
Merujuk
Tidak ada
V.
PERENCANAAN Tanggal : 24-mei-2014 Pukul : 08.00 WIB
1.
Beritahu ibu
mengenai hasil pemeriksaan
2.
Berikan infus RL
kepada ibu
3.
Beritahu ibu
mengenai ketidaknyamanan pada kehamilan Trimester 1dan cara mengatasinya.
4.
Beritahu ibu
tanda bahaya pada kehamilan Trimester 1
5.
Beritahu ibu
mengenai asupan nutrisi dan gizi pada kehamilan trimester 1
6.
Beritahu ibu
mengenai cara meminum tablet Fe yang baik dan
benar
7.
Beritahu ibu
untuk kunjungan ulang apabila ibu
mempunyai keluhan
VI.
PELAKSANAAN Tanggal: 24-mei-2014 Pukul : 08.05 WIB
1.
Memberitahu ibu
hasil pemeriksaan KU : baik, Kesadaran : compos mentis TTV: TD : 110/80 mmhg R : 20x/menit
Nadi :
80x/menit S : 36,6
BB : 49 kg TB: 157 cm
Lila : 23,5 cm TFU : Belum teraba
Pemeriksaan fisik :
Kepala : simetris, tidak benjolan,kulit kepala halus, rambut
bersih, tidak berbau,
dan tidak ada nyeri di kepala.
Mulut : keadaan bibir kering, pecah-pecah, tidak ada perdarahan
di gigi dan gusi,
tidak ada pembekakan pada tonsil.
Leher : tidak ada bekas luka,tidak ada pembesaran atau pembekakan
kelenjar tiroid,limfe,parotis
dan vena jugularis.
Dada : tidak ada rekraksi dinding
dada, tidak ada suara ronchi dan weezhing.
Payudara : simetris, tidak ada benjolan, puting
susu menonjol, adanya hiperpeigmentasi
pada payudara.
Abdomen : tidak ada strea gravidarum, linea
gravidarum, tidak ada bekas luka
operasi, dan TFU belum teraba.
2.
Memberikan infus
RL 500 ml pada ibu dengan tetesan 20 tetes permenit
3.
Memberitahu ibu
mengenai ketidaknyamanan pada kehamilan trimester 1 dan cara mengatasinya yaitu
: mual muntah cara mengatasinya makan sedikit tetapi sedikit, menghindari
makanan yang berbau menyengat, menghindari makanan yang terlalu asam, dan makan
cemilan sebelum bangun dari tidur.
4.
Memberitahu ibu
tanda bahaya kehamilan trimester 1 yaitu : perdarahan yang hebat, nyeri kepala
yang hebat, bengkak pada wajah, tangan dan kaki, ketuban pecah sebelum
waktunya.
5.
Memberitahu ibu
mengenai pemenuhan asupan nutrisi dan gizi seimbang selama kehamilan yang
terdiri dari sumber karbohidrat seperti (nasi, jagung,gandum,ubi kayu dan sagu)
protein seperti (ikan,daging,telur,dan kacang-kacangan) vitamin seperti
(sayuran dan buah-buahan yang segar), lemak seperti (daging dan
kacang-kacangan), mineral seperti zat besi (daging,ikan sayuran hijau misalnya
bayam, kangkung) kalsium (susu,keju,yogurt) dan air menyarankan ibu untuk minum
8 gelas air dalam 1 hari atau 2 liter perhari.
6.
Memberitahu ibu
cara minum tablet Fe dengan cara diminum menggukan air putih/air jeruk di malam
hari.
7.
Memberitahu ibu
untuk kunjungan ulang dan apabila ibu ada keluhan ibu bisa langsung ketenaga
kesehatan.
VII.
EVALUASI Tanggal : 24-mei-2014 Pukul :08.20 WIB
1.
Ibu sudah
mengetahui tentang hasil pemeriksaan dan kehamilannya.
2.
Ibu sudah
mengerti tentang ketidaknyamanan pada kehamilan TM 1 dan cara mengatasinya
serta mampu menyebutkannya kembali.
3.
Ibu sudah mengerti
mengenai tanda bahaya kehamilan pada TM 1.
4.
Ibu sudah paham
mengenai asupan nutrisi dan gizi seimbang selama hamil.
5.
Ibu sudah
mengerti tentang cara minum tablet Fe.
6.
Ibu bersedia
untuk berkunjung kembali lagi.
|
|
|
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Antenatal Care adalah suatu program yang terencana berupa observasi,
edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses
kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. Tujuan antenatal yaitu untuk
menjaga agar ibu sehat selama masa kehamilan, persalinan dan nifas serta
mengusahakan bayi yang dilahirkan sehat, memantau kemungkinan adanya
risiko-risiko kehamilan, dan merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap
kehamilan risiko tinggi serta menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan
perinatal.
B.
Saran
Sebagai seorang bidan kita harus memberikan
asuhan pelayanan kebidanan yang baik
terhadap ibu terutama pada kehamilan trimester 1. Dan memberikan konseling pada
ibu hamil seperti: ketidaknyamanan pada ibu hamil, tanda bahaya,dan asupan
nutrisi dan gizi seimbang. Agar ibu dapat mengetahui apa saja yang harus di
konsumsi,dan di perhatikan pada kehamilannya. Serta kunjungan ulang juga harus
di perhatikan oleh ibu hamil pada kunjungan pertama dan kedua serta pola
kunjungan tersebut perlu dijadwalkan pada keseluruhan trimester III, kunjungan
bulanan dan kunjungan tambahan bila perlu. Ibu hamil juga perlu melakukan
perawatan sendiri untuk didiskusikan pada saat kehamilan, kebutuhan belajar dan
kesiapan persalinan.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Fitramaya,
2008. Asuhan Ibu Hamil. Yogyakarta : Dian Press
3.
Verney. 2006. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta.
EGC. Hal 36-39
4.
Manuaba.2008. Ilmu Kebidanan dan Kandungan. Jakarta :
EGC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar